NADIKABAR.COM β Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026 dengan puncak curah hujan diprakirakan terjadi pada Desember mendatang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Minggu, mengatakan musim hujan diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan atau hingga Mei-Juni 2027.
βPertengahan November 2026 wilayah Sumsel akan memasuki musim hujan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember dengan curah hujan mencapai 400 milimeter (mm),β katanya.
Ia menjelaskan datangnya musim hujan diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya memicu kabut asap di sejumlah wilayah Sumsel.
Hujan dapat membantu membasahi lahan yang mengering sehingga mengurangi potensi terjadinya kebakaran baru serta membantu mengatasi dampak asap akibat karhutla.
"Meski demikian, awal musim hujan diprakirakan berbeda di sejumlah wilayah. Kota Palembang dan wilayah utara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026," jelasnya.
Sementara itu, wilayah selatan Kabupaten OKI diprakirakan baru memasuki musim hujan pada awal Desember 2026.
Penanganan karhutla tetap perlu dilakukan, terutama di kawasan lahan gambut dan wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran, meskipun hujan mulai turun.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya curah hujan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang akibat cuaca buruk.
Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan debit air sungai dan menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung aliran air.
Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir, terutama di kawasan permukiman padat, daerah dataran rendah, serta wilayah di sekitar aliran sungai.
Selain itu, hujan lebat yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko tanah longsor dan erosi di sekitar aliran sungai.
βKarena itu, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,β ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal guna mengurangi risiko bencana selama musim hujan.