Dalam operasi tersebut, kata dia, BMKG menggunakan kombinasi bahan dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung pembentukan hujan. Operasi itu juga didukung pesawat Hercules, CN-295, dan pesawat lain milik TNI.
BMKG turut menyiapkan pemetaan mingguan hingga akhir November untuk mengidentifikasi wilayah yang berisiko sangat tinggi dan tinggi mengalami kebakaran. Pemetaan tersebut digunakan untuk membantu menentukan wilayah prioritas dalam upaya antisipasi karhutla.
"Datanya sudah kami siapkan per minggu hingga akhir November. Kami juga sudah memetakan kecamatan-kecamatan yang berpotensi mengalami kebakaran dengan tingkat risiko sangat tinggi dan tinggi," ujarnya.