NADIKABAR.COM โ€” Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan berada di level sangat berbahaya akibat kabut asap sehingga harus diwaspadai bersama.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis di Palembang, Minggu, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga pagi hari ini masuk kategori hitam atau sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Dia menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 ยตm (mikrometer).

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (beta attenuation monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (ยตg/mยณ).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang pada Minggu (4/10) pukul 05.00 WIB pada angka tertinggi 903,6 mikrogram per meter kubik (ยตg/mยณ) yang masuk kategori sangat berbahaya.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan untuk mencegah ISPA.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, sebaiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," ujarnya.