Kondisi itu, kata dia, terlihat dari pelaksanaan OMC di sebagian wilayah Riau dan Kalimantan yang menghasilkan hujan dalam beberapa hari sebelumnya.

Marjuki mengatakan selain memantau kondisi cuaca untuk mendukung penanganan karhutla, BMKG bersama Kementerian Lingkungan Hidup juga mengintensifkan pemantauan kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2.5.

Berdasarkan data analisis terkini, kualitas udara di Kalimantan Barat dan Pekanbaru, Riau, mulai menunjukkan perbaikan signifikan seiring dengan turunnya hujan.

Namun, kondisi berbeda masih terjadi di sejumlah wilayah yang terdampak sebaran asap karhutla. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya atau berada pada indikator hitam.