"Sehingga kami coba untuk menerapkan dry ice. Jadi, dry ice itu adalah untuk mengurangi kepekatan asap, dengan membongkar lapisan inversi yang membuat asap terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki," jelas Faisal.

Setelah lapisan inversi terpecah dan asap terangkat, sinar matahari diharapkan masuk sehingga memicu penguapan dan pembentukan awan hujan. Setelah itu, BMKG melakukan penyemaian awan menggunakan NaCl untuk merangsang pertumbuhan awan hujan.

"Kemudian setelah asapnya naik, kemudian sinar matahari bisa masuk memicu penguapan dan kemudian dapat terbentuk awan hujan. Nah, setelah itu kita baru semai dengan NaCl," tambahnya.