Direktur Keuangan dan Strategi BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan ekspansi kredit dilakukan secara selektif melalui analisis kelayakan debitur, dengan pangsa pasar kredit BNI meningkat 113 basis poin menjadi 10,6 persen.

"Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas," tutur Paolo.

Dana murah atau current account savings account (CASA) meningkat 19,6 persen menjadi Rp733,7 triliun, didukung pertumbuhan giro 25,9 persen dan tabungan 11,6 persen.

Di tengah ekspansi tersebut, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) turun 30 basis poin menjadi 3,5 persen. Namun, biaya dana turun dari 2,83 persen menjadi 2,77 persen.

Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada menyatakan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto turun dari 2,0 persen menjadi 1,9 persen, sedangkan rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR) membaik dari 10,4 persen menjadi 7,8 persen.