Sementara itu, Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Sri Sintawati menjelaskan audiensi tersebut merupakan bagian dari persiapan peserta untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Para peserta nantinya akan berkompetisi dengan perwakilan dari sekitar 25 provinsi di Indonesia. Audiensi dengan berbagai lembaga menjadi salah satu upaya untuk membekali peserta dengan literasi dan wawasan sebelum mengikuti kompetisi.

Sri menyampaikan para peserta akan menjalani karantina selama lima hari dengan berbagai rangkaian kegiatan dan tes, termasuk debat. Salah satu materi debat nantinya bersumber dari literasi dan wawasan yang diperoleh selama proses pembekalan.

Audiensi menjadi momentum BNN untuk memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus mendorong peran mereka sebagai agen perubahan.

Melalui audiensi tersebut, BNN mendorong Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta untuk tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi teladan dan agen perubahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada teman sebaya serta masyarakat sebagai bagian dari gerakan bersama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bersih dari narkotika.