Di Kalimantan Selatan, BNPB mencatat 817 hotspot dan 1.995 firespot. Indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 9.605 hektare dengan jarak pandang di atas 9 km.

Sementara itu, di wilayah Sumatera Selatan, ditemukan 1.438 hotspot. Dia mengatakan jarak pandang di Sumsel sekitar 3 km.

"Untuk Sumatera bagian selatan, Sumatera Selatan, hotspot yang ditemukan adalah sebesar 1.438 titik, untuk titik api atau firespot sebanyak 25 titik. Indikasi lahan yang terbakar sebesar 1.926 hektare lebih, jarak pandang ada di dengan 3 km," jelasnya.

Sedangkan di Riau terdapat 225 hotspot dan 10 firespot. Indikasi lahan terbakar mencapai lebih dari 16.439 hektare dengan jarak pandang di atas 1 km.

"Kami juga perlu sampaikan bahwa di Riau juga sejak pagi tadi sudah terjadi hujan di beberapa kabupaten. Ini juga karena memang kami sudah melakukan OMC atau operasi modifikasi cuaca," jelasnya.

Kemudian, di Jambi, BNPB menemukan 134 hotspot. Indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 954 hektare.

"Di Jambi, kami menemukan 134 titik hotspot, sedangkan titik apinya atau firespot ada 11 titik dengan luas indikasi terbakar sebesar 954 hektare lebih, jarak pandang 1 km," paparnya.