Dia mengatakan saat ini petugas terus berupaya melakukan pemadaman. Salah satunya ialah Satgas Udara yang terus melakukan operasi pemadaman melalui water bombing di enam provinsi prioritas tersebut.
"Tercatat 4,6 juta liter air sudah diangkut dari bawah dan dikirim, disebarkan ke titik-titik api, sehingga ini diharapkan dapat memadamkan api. 4,6 juta liter ini dilakukan dengan beberapa sorti di enam provinsi prioritas," jelasnya.
Lebih lanjut, Berton mengatakan ada sejumlah kendala dalam upaya pemadaman karhutla. Salah satunya karena banyak kebakaran terjadi di lahan gambut.
"Kami juga sudah berkali-kali menyampaikan adanya kendala, yaitu bahwa ini adalah karakternya adalah gambut, sehingga memang sulit untuk diatasi. Gambut yang terbakar tentu membutuhkan air yang banyak, dan sumber air saat ini sangat sudah menyusut dan jauh dari beberapa titik-titik api," ungkapnya.
"Kemudian faktor cuaca dan iklim juga yang menyebabkan sulitnya mendapatkan titik-titik awan untuk kita melakukan operasi udara," sambungnya.
Selain itu, kata dia, jarak pandang menjadi faktor penting dalam operasi pemadaman melalui udara. Namun pihaknya memastikan akan terus berupaya melakukan pemadaman.