NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan temuan sebanyak 44 area konversi hutan dan perkebunan yang mengalami kebakaran di wilayah Sumatera Selatan berdasarkan hasil pemetaan data spasial yang diselaraskan dengan data ATR/BPN.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi, dalam keterangan di Jakarta, Senin, menjelaskan area yang terbakar tersebut meliputi areal sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga hutan lindung, di mana sebagian besar titik api ditemukan di area perbatasan izin konversi yang mengindikasikan adanya dugaan pembukaan atau perluasan lahan secara sengaja.
Atas temuan tersebut, BNPB mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku pembakaran, baik dari unsur perorangan maupun korporasi. Penegakan hukum yang tegas dinilai sangat krusial guna memberikan efek jera agar upaya pemadaman di lapangan tidak menjadi sia-sia.