Adapun di Nusa Tenggara Timur, luas lahan terbakar mencapai 16 hektare atau turun 36 persen. Sementara di Bangka Belitung luas lahan terbakar seluas delapan hektare, dan di Kalimantan Barat mencapai 19 hektare.

Disampaikan Berton, di wilayah Bangka Belitung dan Kalimantan Barat sebelumnya tidak dilaporkan ada titik api. Namun, pada Senin kemarin justru ditemukan ada lahan yang terbakar.

"Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," tutur dia.

"Tentu kami tetap mengimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari setelah membesar," sambungnya.

Berton menyebut armada udara masih disiagakan untuk membantu proses pemadaman agar titik api tidak kembali membesar dan memicu kebakaran yang lebih luas.