Kata Berton, total ada 54 armada udara yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 22 armada di antaranya digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sementara 30 helikopter disiapkan untuk operasi pemadaman melalui water bombing.

"Kita lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau tetap ada standby atau dalam keadaan siap siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca," ucap dia.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan dukungan udara di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan dan Papua Barat Daya untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan karhutla.

Berton menegaskan kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, termasuk di wilayah yang mulai mengalami hujan.