Abdul menjelaskan, belajar dari praktik terbaik di Jepang, penguatan kapasitas warga dilaksanakan secara terstruktur melalui program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) Tahap I yang menyasar lima desa/kelurahan di Karangasem pada 28 September - 10 Oktober 2026.
Lima kawasan tersebut meliputi Desa Bugbug, Desa Pertima, Kelurahan Subagan, Desa Bungaya, dan Desa Bungaya Kangin yang menghadapi potensi risiko geologi maupun hidrometeorologi.
Melalui fasilitasi DESTANA, warga dibina membentuk Kelompok Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), menyusun Sistem Peringatan Dini (SPD) inklusif, serta mendirikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat lokal.