Ia juga menekankan bahwa seluruh peta jalur evakuasi partisipatif yang disusun warga tidak boleh sekadar menjadi dokumen formalitas, melainkan harus diuji coba melalui latihan simulasi bencana secara rutin.

Pelatihan ini penting menyusul hasil Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Karangasem Tahun 2025-2029, kawasan tersebut memiliki potensi risiko tinggi gempa bumi, erupsi Gunung Agung, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, hingga kekeringan.

"Jangan berhenti pada membuat peta partisipatif. Peta harus ditindaklanjuti dengan uji coba jalur evakuasi dan disosialisasikan, sehingga setiap warga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," ujar Abdul Muhari.