Menurut Kristomei, proses inventarisasi dilakukan untuk mengetahui kebutuhan yang belum dapat dipenuhi BNPB, khususnya peralatan yang dinilai efektif untuk memadamkan api. Kristomei menilai bantuan yang dibutuhkan lebih diarahkan penggunaan teknologi untuk mendukung penanganan karhutla.

"Teknologi dong, alat dan teknologi ya, gitu ya. Kalau manusia, SDM kita banyak kok, ya," katanya.

Mengenai target pemadaman total karhutla, Kristomei mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak menetapkan tenggat waktu secara spesifik. Namun, BNPB berusaha mempercepat penanganan agar masyarakat kembali hidup normal.

"Ya beliau tidak menargetkan spesifik target, tapi kan semakin cepat semakin baik gitu ya. Artinya kan kalau semakin lama kan semakin lama masyarakat kita terpapar. Itu yang saya bilang kemarin kita kecepatan itu, makanya itu. Di enam hari saya dilantik, saya sudah mulai bekerja, membantu untuk bagaimana sih caranya supaya kita bisa cepat ambil langkah supaya efektif, tepat guna, tepat sasaran, tepat waktu. Itu ya, kira-kira," imbuhnya.