NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, salah satu personel yang gugur dalam kecelakaan helikopter TNI-AD saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Jumat, menjelaskan proses evakuasi jenazah tersebut berlangsung lancar pagi tadi sekitar pukul 09.15 WIB.

"Dari titik penemuan, jenazah langsung diangkut menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk menjalani persiapan pemulangan ke kampung halaman di Kediri," kata dia.

Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo adalah bagian dari delapan awak helikopter Mi-17V-5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Dinas Penerbangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan karhurla di Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Dengan penemuan ini, ada tiga personel TNI yang gugur dalam tugas. Dimana dua jenazah sebelumnya sudah dimakamkan secara militer, dan personel lainnya dalam penanganan medis.

Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melaporkan pemulangan jenazah almarhum Heri Prasetyo menuju Kediri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026.

Penyiapan jenazah serta mengantisipasi kondisi cuaca buruk di wilayah Seruyan yang belum memungkinkan untuk penerbangan dilaporkan menjadi alasan pemulangan belum bisa dilakukan hari ini.

Sesuai jadwal, pesawat Casa 212 dengan nomor registrasi A-9135 akan menerbangkan jenazah dari Seruyan menuju Bandara Kediri.

Setibanya di Kediri pada pukul 10.45 WIB, jenazah akan disambut dalam upacara militer yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

Selepas prosesi penyambutan di bandara, jenazah akan diberangkatkan menuju rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad), Mayjen TNI M. Masrukin dijadwalkan memimpin langsung upacara persemayaman di rumah duka pada pukul 13.00 WIB.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum, upacara pemakaman secara militer akan dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek pada pukul 14.00 WIB.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto direncanakan bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pemakaman prajurit yang gugur saat bertugas tersebut.