Menurut Abdul, ancaman kegagalan teknologi tersebut dapat menimbulkan dampak masif yang melampaui batas fasilitas fisik, merujuk pada pengalaman penanganan pandemi, insiden keruntuhan bangunan seperti kasus pancake collapse pada musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo.

"Konteks ancaman berantai ini dinilai sangat relevan dengan karakteristik geografis Kota Cilegon dan pesisir Selat Sunda yang diapit oleh aktivitas tektonik-vulkanik serta konsentrasi industri berat, pelabuhan, dan fasilitas energi vital," kata dia.

Dia menjelaskan, merujuk pada sejarah Tsunami Selat Sunda 2018, di mana keruntuhan sebagian badan Gunung Anak Krakatau memicu gelombang besar, wilayah padat industri seperti Cilegon dan Cilacap memiliki kerentanan terhadap potensi risiko turunan seperti tsunami fire atau kebakaran kilang minyak akibat pergeseran tangki bahan berbahaya saat gempabumi.