NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran lahan melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare, dan hingga kini masih dalam penanganan intensif tim gabungan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut dalam penanganan setelah dilaporkan pertama kali terjadi pada Rabu (30/9) pukul 18.04 WIB.
"Api masih belum sepenuhnya padam, namun titik api dilaporkan cenderung berkurang dan penanganan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas," kata dia.
Berton menjelaskan bahwa operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri atas BPBD Provinsi Jateng, BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, Damkar Kota Semarang, TNI-Polri, PMI, hingga komunitas relawan.
Penyebab pasti munculnya titik api di kawasan TPA Jatibarang masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang, namun berdasarkan laporan BPBD Provinsi Jawa Tengah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Terlepas dari itu, menurut dia berbagai armada dan alat berat dikerahkan ke lokasi kejadian, meliputi 11 unit truk pemadam kebakaran, belasan armada truk tangki air serta sejumlah alat berat berupa satu unit excavator, loader, dan dozer dari Dinas Lingkungan Hidup guna memutus perambatan api di tumpukan sampah.
Meski demikian, petugas di lapangan menghadapi sejumlah tantangan seperti titik api tersembunyi yang sulit dijangkau, akses jalan yang sempit, serta potensi tiupan angin yang mempercepat penyebaran api.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya selama kondisi cuaca kering, dengan tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melapor jika menemukan titik api," tegas Berton.