"Kondisi khusus ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, di mana meskipun hujan telah turun beberapa waktu lalu, karakteristik lahan berupa gambut membuat api di permukaan tampak padam namun bara di bawah permukaan masih menyala," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa bara api yang tersimpan di dalam lapisan gambut tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu terjadinya kembali kebakaran hutan baru jika tidak segera ditangani secara intensif oleh petugas di lapangan.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, BNPB tetap mengerahkan sebanyak 51 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan bersama tim pemadaman darat di berbagai provinsi guna menyesuaikan tingkat eskalasi masalah karhutla di daerah.