NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan armada udara masih bersiaga karena hujan di sejumlah wilayah bukan menjadi jaminan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir, khususnya pada lahan gambut yang masih menyimpan bara api di dalam tanah.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa atas pertimbangan tersebut pemerintah tetap menyiagakan puluhan armada udara secara penuh untuk mengantisipasi potensi kemunculan titik api baru di berbagai daerah prioritas menggenapi upaya dari tim satuan tugas pemadam darat.
Adapun dalam penanganan karhutla secara nasional, BNPB memetakan sejumlah provinsi yang masih menjadi fokus utama penanganan, meliputi Papua Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, serta Sulawesi Tengah.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan berdasarkan data pemantauan, luas lahan terdampak tercatat bervariasi di masing-masing wilayah, seperti di Papua Selatan seluas 455 hektare, Kalimantan Tengah 547 hektare, Kalimantan Timur 60 hektare, Nusa Tenggara Timur 14 hektare, Sulawesi Tenggara 91 hektare, hingga Sulawesi Tengah seluas 89 hektare.