NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung, yang mencakup area sekitar 600 hektare, terus diperkuat di tengah tantangan keterbatasan pasokan air di lapangan.
"Kebakaran melanda kawasan Resort Pemangkuan Taman Nasional (RPTN) Cabang SPTN Wilayah II Bungur dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 600 hektare," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat.
BNPB menyatakan bahwa pasokan air terbatas menjadi hambatan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di TNWK.
Menurut dia, operasi pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat akibat akses medan yang sulit dijangkau, keterbatasan pasokan air, serta jarak antara titik api dengan sumber air yang cukup jauh.
Guna mengatasi kendala tersebut, tim gabungan dari unsur Balai TNWK, BPBD, TNI, Polri, dan relawan melakukan pemadaman manual menggunakan peralatan tangan serta pelontar air atau jet shooter.
Penanganan lanjutan kini diperkuat dengan pengerahan pompa portabel serta pemadaman tidak langsung melalui pembuatan ilaran api (firebreak) untuk memutus perambatan api.
BNPB menjalankan fungsi koordinasi secara menerus dengan pengelola kawasan konservasi demi memastikan perlindungan habitat satwa dilindungi dari ancaman sebaran api yang lebih luas sejak kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa (22/9) itu.