Ia mengatakan bahwa operasi pemadaman karhutla ini melibatkan sinergi lintas instansi yang terdiri atas BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dinas pemadam kebakaran, Balai TNWK, serta instansi terkait lainnya.
"Selain operasi darat, dukungan penanganan juga diperkuat melalui teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mengoperasikan pesawat Cessna Caravan," kata dia.
Ia menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan menyemaikan garam atau natrium klorida (NaCl) sebanyak dua sortie, dengan total masing-masing 1.000 kilogram garam di wilayah TNWK dan Kabupaten Lampung Barat.