"Pentingnya menyelaraskan hasil pemantauan udara dengan laporan tim darat, data titik panas (hotspot), serta informasi cuaca terkini dari BMKG. Integrasi data tersebut menjadi landasan penting untuk menentukan strategi operasional yang tepat sasaran," kata dia.
Menurutnya, koordinasi yang solid antarinstansi serta pemanfaatan dukungan teknologi menjadi kunci utama dalam melindungi kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis penting tersebut dari ancaman kebakaran meluas.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, petani, pemilik kebun, serta pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah karhutla dengan menerapkan metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan," kata dia.