NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi 44 area konversi hutan dan perkebunan di Sumatera Selatan (Sumsel) yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ini berdasarkan pemetaan data spasial BNPB yang diselaraskan dengan data ATR/BPN. Area yang terbakar itu meliputi areal sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI), KPH, hingga hutan lindung.
Masih dari hasil pemetaan, sebagian besar titik api ditemukan di area perbatasan izin konversi yang mengindikasikan adanya dugaan pembukaan atau perluasan lahan.
Atas temuan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi.
Kata dia, penegakan hukum yang tegas (deterrent effect) dinilai sangat krusial agar upaya pemadaman di lapangan tidak sia-sia akibat adanya pihak yang sengaja membakar kembali lahan.
"Percuma juga kita kerja keras selama ini, kalau pemadaman enggak sinkron. Satu orang berusaha memadamkan, satu orang bakar, kan kambuh," kata Kristomei saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Kathutla Provinsi Sumsel, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (19/10).