NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan operasi darat dan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas, dengan memusatkan upaya pada titik api aktif, lahan gambut, kebakaran bawah permukaan, serta wilayah yang berpotensi mengalami perluasan api.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan operasi terpadu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk keterbatasan akses dan sumber air yang menjadi kendala pemadaman di sejumlah lokasi.

"Operasi terpadu antara operasi darat maupun operasi udara, baik TMC (teknologi modifikasi cuaca), terus dioptimalkan dengan prioritas untuk titik-titik api yang masih aktif, lahan gambut, api di bawah permukaan, wilayah dengan potensi penyebaran tinggi, serta bandara dan permukiman," kata Berton secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis.

Untuk mendukung upaya tersebut, BNPB mengerahkan 58.918 personel dalam operasi darat yang dibekali peralatan pendukung, antara lain pompa pemadam, pompa apung, GPS, dan pesawat nirawak atau drone untuk membantu pelaksanaan penanganan karhutla.