Pada operasi udara, sebanyak 54 unit pesawat dan helikopter dikerahkan, terdiri atas 16 unit untuk patroli dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta 38 unit untuk water bombing atau pengeboman air. Dari armada water bombing tersebut, delapan unit berasal dari Mabes TNI.
BNPB juga menyiapkan satu unit water bombing dari Sumatera Selatan untuk mendukung penanganan kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Sementara itu, tiga unit lainnya ditempatkan di luar Sumatera dan Kalimantan, yakni dua unit di Papua dan satu unit di Jawa Timur.
Selain pemadaman langsung, BNPB mengoptimalkan TMC untuk mendorong hujan di wilayah terdampak. Hujan telah turun di sejumlah lokasi, antara lain Ketapang, Kayong Utara, Kecamatan Simpang Hilir, dan Kota Pontianak di Kalimantan Barat; Pulang Pisau, Kapuas, dan Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah; Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan; serta Rokan Hilir dan Pekanbaru di Riau.
Namun, pelaksanaan TMC di Sumatera Selatan dan Jambi belum dapat dilakukan karena tidak terdapat pertumbuhan awan potensial untuk membentuk hujan. Sementara itu, operasi TMC di Riau telah berakhir pada 25 September 2026.