Berton turut menyampaikan bahwa perbedaan metode penghitungan dampak kematian tidak boleh mengurangi keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman asap karhutla.

"Upaya pencegahan dan pemadaman karhutla harus berjalan seiring dengan pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi risiko secara tepat waktu, serta perlindungan kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan," ujarnya.

Lebih lanjut, Berton mengatakan BNPB akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api di lokasi kebakaran.

"Tetapi juga mengurangi dampaknya terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat," ucap dia.