NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya penguatan kapasitas kesiapsiagaan kebencanaan di lingkungan pendidikan sebagai langkah krusial dalam menekan risiko dampak bencana geologi, seperti gempa bumi, potensi megathrust, hingga letusan gunung api.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa penguatan kapasitas menyangkut pelatihan untuk mitigasi dan kesiapsiagaan tidak boleh dianggap sebagai agenda sekilas, melainkan proses pembelajaran berkelanjutan sepanjang hidup.

"Aktivitas vulkanik maupun pergerakan lempeng tektonik merupakan dinamika alam yang tidak bisa dihentikan oleh manusia, sehingga fokus utama penanggulangan bencana terletak pada upaya pengurangan risiko bagi keselamatan," kata dia.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan dalam tiga tahun terakhir, tercatat sedikitnya 15 hingga 20 kejadian bencana terjadi setiap hari yang memerlukan dukungan penanganan lintas sektor dari pemerintah pusat hingga daerah.