Adapun jika diakumulasikan bersama penanganan mandiri oleh pemda, total kejadian bencana di Indonesia dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 kejadian dalam setahun.
Menanggapi tingginya frekuensi bencana tersebut, dia menggarisbawahi tiga pilar utama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang mencakup ketersediaan fasilitas sekolah tahan bencana, regulasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi yang jelas, dan integrasi pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum pembelajaran.
Tragedi gempa bumi Yogyakarta 2006 misalnya, yang memakan korban jiwa lebih dari 6.000 orang hanya dalam guncangan berdurasi 5,3 detik.
Dia menyebutkan bahwa singkatnya waktu guncangan tersebut membuktikan bahwa keselamatan masyarakat sangat bergantung pada ketahanan fisik struktur bangunan dan kecepatan simulasi evakuasi yang terlatih secara naluriah.