Berton menuturkan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan berbasis komunitas perlu ditingkatkan bagi masyarakat. Materi edukasi meliputi mekanisme evakuasi mandiri serta perlindungan kelompok rentan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Selain itu, upaya pengurangan risiko turut dilakukan melalui pembersihan saluran air, normalisasi sungai, pemeriksaan fasilitas pengendali banjir, dan perbaikan infrastruktur fisik. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi potensi dampak bencana hidrometeorologi di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, sebagai bagian dari koordinasi penanggulangan bencana, gubernur serta bupati dan wali kota melalui BPBD provinsi maupun kabupaten/kota menyampaikan laporan perkembangan situasi dan kejadian bencana kepada BNPB secara berkala.

"Pelaksanaan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi musim hujan 2026/2027," tutur Berton.

"Keterpaduan antara kesiapan pemerintah, dukungan berbagai pemangku kepentingan, sistem peringatan dini, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya melindungi keselamatan masyarakat," sambungnya.