“Sekarang yang bisa kita lakukan dulu, ya, sisi domestik. Bagaimana membangun domestik kita, memajukan Serasan, Natuna, Anambas, dan sebagainya,” ujarnya.
Forum koordinasi tersebut menghasilkan 11 usulan, termasuk intervensi terhadap trayek transportasi laut dan udara untuk memperkuat konektivitas domestik maupun internasional.
Salah satu konektivitas yang menjadi perhatian adalah trayek Temajuk–Serasan–Natuna. BNPP RI mendorong evaluasi trayek dan peningkatan frekuensi pelayaran perintis serta mengintegrasikannya dengan skema percepatan pembangunan dan pengembangan ekonomi kawasan.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas telah menyiapkan kebijakan untuk memperlancar pergerakan orang dan barang sehingga konektivitas dapat memberikan nilai ekonomi bagi kawasan.
“Dari sisi Kabupaten Sambas, sudah ada policy untuk menyiapkan paket-paket khusus untuk memperlancar pergerakan orang dan barang supaya ada nilai ekonomis,” kata Budi.
Sementara itu, dari Kepulauan Riau muncul aspirasi untuk mengatasi keterisolasian wilayah kepulauan, terutama pada periode tertentu ketika akses transportasi menghadapi kendala.
Nurdin mengatakan pengembangan konektivitas tersebut juga perlu dibarengi pembenahan tata kelola PLBN yang memiliki fungsi kepelabuhanan.