Menurut Nurdin, kebutuhan BBM OTML mencapai sekitar 10-15 juta liter per bulan untuk mendukung operasional pertambangan. Oleh karena itu, muncul usulan Indonesia-PNG Diesel Supply Corridor sebagai alternatif pasokan BBM melalui wilayah Indonesia dengan skema kerja sama business-to-business (B2B) tim redaksi OTML dan PT Pertamina.
"Pertamina pada prinsipnya menyampaikan kesiapan untuk menyediakan BBM bagi OTML dengan catatan seluruh regulasi dan perizinan yang diperlukan dari pemerintah Indonesia dapat diurus," jelas Nurdin.
Nurdin menuturkan, pengembangan koridor tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, terutama terkait regulasi, perizinan, pengaturan CIQS, serta ketentuan lain untuk mendukung kerja sama B2B tim redaksi OTML dan Pertamina.
Selain kelancaran distribusi logistik, aspek keamanan turut menjadi perhatian mengingat peningkatan distribusi BBM berpotensi meningkatkan aktivitas lintas batas. Menurut Nurdin, Butmabin Border Post sebagai counterpart PLBN Yetetkun juga mendukung upaya memastikan layanan lintas batas memiliki fasilitas dan mekanisme pelayanan pada kedua sisi perbatasan.
"Ini juga akan membuka peluang ekspor. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, perdagangan Indonesia dengan PNG selama ini memberikan surplus bagi Indonesia. Dengan dibukanya jalur ini untuk memenuhi kebutuhan sektor pertambangan, peluang ekonomi yang muncul cukup besar," tutur Nurdin.
Nurdin menambahkan, peningkatan aktivitas lintas batas perlu diikuti dengan kesiapan kapasitas PLBN Yetetkun. Saat ini, PLBN Yetetkun berada pada tipologi C. Apabila volume perlintasan meningkat, tipologi layanan tersebut dapat dievaluasi sesuai kebutuhan dan perkembangan aktivitas di kawasan perbatasan.