Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI, Edfrie R. Maith, menekankan pentingnya survei lapangan untuk memastikan kondisi dan kesiapan Butmabin Border Post sebelum pengembangan konektivitas lintas batas dilanjutkan.

"Dalam waktu dekat perlu dilakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi Butmabin Border Post secara langsung. Hal ini penting agar kita memiliki gambaran yang jelas mengenai kesiapan fasilitas dan kebutuhan pengembangannya," ujar Maith.

Maith juga menekankan perlunya kolaborasi antarkementerian dan lembaga, khususnya Pertamina serta instansi lain yang berpotensi terlibat. Kolaborasi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis, regulasi, keamanan, hingga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

"Selain kesiapan infrastruktur dan layanan lintas batas, kita perlu mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung program ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan di kawasan perbatasan," pungkas Maith.

BNPP RI mendorong pengembangan konektivitas Butmabin Border Post-PLBN Yetetkun dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan layanan lintas batas, kepastian regulasi, aspek keamanan, dan potensi ekonomi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran konektivitas Indonesia-Papua Nugini sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Lihat juga Video: Pertamina Sumbagut Bantah Isu Penghentian Distribusi BBM