NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) sekaligus Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan pengelolaan kawasan perbatasan ke depan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi, ini memang kita harus membuat nomenklatur baru karena selain mengelola perbatasan, kami juga akan bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan di daerah-daerah buffer zone," kata Maruli di Gedung BNPP Jakarta, Senin.
Hal itu disampaikan Maruli usai serah terima jabatan Kepala BNPPDT dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Maruli.
Maruli mengatakan pihaknya akan melanjutkan berbagai program yang sedang berjalan sekaligus meningkatkan pelaksanaan program yang telah direncanakan pemerintah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pengelolaan kawasan perbatasan seiring dengan perluasan cakupan tanggung jawab BNPP.
"Banyak hal yang sudah direncanakan tahun ini yang diimplementasikan tahun depan, yang untuk peningkatan BNPP. Ditambah lagi nanti dengan BNPPDT, mudah-mudahan kita akan lebih expand lagi nanti ke depannya," ujarnya.
Sebelumnya, Tito mengharapkan kepemimpinan Maruli dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas BNPPDT, termasuk dalam pengelolaan kawasan perbatasan darat dan laut serta pembangunan daerah tertinggal.
Tito juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan untuk memperkuat nasionalisme dan ketahanan wilayah.
"Dengan sejahteranya mereka akan memperkuat nasionalisme, dan mereka menjadi buffer zone dari infiltrasi darat maupun laut," katanya.