"Yang menarik, kami belajar tentang paham radikalisme dan bagaimana mengolah konten menjadi baik untuk publik, yang tidak mengandung SARA dan hoaks," ujar Malika.

Kegiatan Digital Peace Creator diselenggarakan BNPT bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung.

Acara diikuti 250 peserta dan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan generasi muda dalam memproduksi konten kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Digital Peace Creator mengembangkan pendekatan komunikasi yang mendorong anak muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen pesan positif.

Melalui pelatihan, praktik, dan kompetisi konten, peserta didorong mengemas pesan tentang toleransi, persatuan, literasi digital serta pencegahan ekstremisme kekerasan dalam format yang kreatif dan dekat dengan keseharian generasi muda.

Lewat Digital Peace Creator, BNPT mengharapkan generasi muda semakin terampil mengenali informasi yang menyesatkan, bijak menggunakan teknologi, dan aktif menghasilkan konten yang memperkuat solidaritas sosial.

Keberhasilan pencegahan tidak hanya diukur dari banyaknya konten yang ditonton, tetapi juga dari tumbuhnya pemahaman, sikap kritis, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ruang digital yang damai.