NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencetak generasi baru Duta Damai di Sumatera Utara guna memperkuat ketahanan digital dan kearifan lokal lewat pengukuhan kegiatan Regenerasi dan Pelatihan Duta Damai BNPT Tahun 2026, di Medan, Jumat.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Kontra Radikalisasi BNPT Kolonel Corps peralatan (Cpl.) Hendro Wicaksono menyampaikan ruang digital yang sudah menyatu dengan kehidupan anak dan generasi muda rentan menghadirkan ancaman paparan intoleransi, provokasi, hingga narasi kekerasan.
"Karena itu, ketahanan digital perlu diperkuat agar generasi muda mampu mengenali dan menangkal pengaruh negatif sekaligus bijak bermedia sosial," ujar Hendro, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta.Hendro menjelaskan urgensi regenerasi turut didasari oleh rekam jejak aksi terorisme yang pernah terjadi di Sumatera Utara, mengingat setiap aksi teror selalu berawal dari sikap intoleransi yang melahirkan radikalisme.
Dia menegaskan apa pun yang dikeluarkan harus positif untuk mengisi ruang digital dengan hal bermanfaat karena generasi muda merupakan ujung tombak nasional penyebar pesan damai di Sumatera Utara.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara Arifudin Muda Harahap mengingatkan radikalisme berakar dari pemaksaan kehendak. Wilayah Sumatera Utara yang majemuk rentan mengalami gesekan apabila sikap saling menghormati mulai luntur.