Eddy menilai etika kebangsaan menjadi landasan penting dalam membangun ruang digital yang sehat. Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan orang lain, memecah persatuan, atau pun membenarkan kekerasan.

Dikatakan bahwa sikap kritis, terbuka terhadap dialog, dan menghormati keberagaman merupakan bagian dari ketahanan generasi muda dalam menghadapi pengaruh ekstremisme.

Sementara itu, Rektor Universitas Lampung Profesor Lusmeilia Afriani menyampaikan pembentukan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dari pendidikan di lingkungan perguruan tinggi.

“Kami berharap kuliah umum ini semakin memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan mahasiswa. Unila juga memiliki layanan konseling yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan pendampingan,” ujar Prof. Lusmeilia.

Dalam kesempatan yang sama, pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan menjelaskan pola perekrutan yang dapat dilakukan kelompok ekstrem untuk memengaruhi seseorang secara bertahap.

Maka dari itu, pemahaman mengenai pola pendekatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa lebih waspada, mengenali tanda-tanda pengaruh yang tidak sehat, dan mengambil langkah tepat ketika menghadapi situasi yang mengkhawatirkan.