Dari kalangan mahasiswa, Muhammad Faqih Al Fataya menyampaikan komitmennya untuk menjaga keberagaman dan menerapkan etika bermedia sosial di lingkungan universitas.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keberagaman di lingkungan kampus dan memahami etika bermedia sosial,” kata Faqih.
Kuliah umum bertema Pendidikan Karakter dalam Etika Kebangsaan sebagai Upaya Pencegahan Paham Ekstremisme tersebut diselenggarakan oleh BNPT bersama Unila dan diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa.
Melalui kegiatan itu, BNPT mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham ekstremisme.
Kampus diharapkan tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang mendukung dialog, pemikiran kritis, serta akses terhadap pendampingan.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan karakter kebangsaan yang kuat dan kecakapan digital yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadikan media sosial sebagai ruang berbagi pengetahuan, memperkuat toleransi, dan menyebarkan pesan perdamaian demi mewujudkan Indonesia yang aman, bersatu, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.