"Kami melakukan pemeriksaan rontgen tulang-tulang di Rumah Sakit Polri untuk memastikan adanya kekerasan terhadap tulang, yaitu patah tulang. Dari hasil autopsi juga kami menemukan hal yang sejalan pada saat pemeriksaan luar, yaitu kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam," imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/10) di toilet umum, Pasar Kebayoran Lama. Kedua pelaku memiliki dua anak, tapi memilih si bontot untuk dibunuh.

Polisi mengungkap alasan pelaku AR dan JM tega membunuh korban. Kedua pelaku membunuh lantaran tak sanggup membiayai anak.

"Terkait anak tersebut, itu dibunuh oleh kedua orang tuanya, yaitu ibu kandungnya dan ayah tirinya. Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seali Syah Alam.