"Ya, Kami menyayangkan adanya sejumlah kabar di media sosial, yang belum diketahui kebenarannya," kata Wildan.

Sementara itu, kepala SD N 1 Kebondalem, Erning Rustini, enggan berkomentar banyak saat ditanya terkait kasus itu. Pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

"Maaf Mas, semua sudah saya serahkan ke kepolisian (polres)," ungkapnya saat dihubungi awak media melalui pesan singkat.