"Sudah kami dampingi dua-duanya. Keluarga korban membutuhkan pendampingan, begitu juga keluarga anak yang diduga terlibat karena mereka juga masih anak-anak," kata Ida.
Untuk mencegah insiden serupa berulang, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan kepolisian dan jajaran profesional serta terus mengintensifkan edukasi perlindungan anak ke sekolah, keluarga, hingga lingkungan tempat tinggal.
Ida pun mengimbau masyarakat lebih peka terhadap potensi perundungan atau kekerasan, khususnya bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik maupun intelektual.
"Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi anak di lingkungan sekitarnya. Jika menemukan indikasi kekerasan atau perundungan, kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkannya agar bisa ditangani sejak dini," ucapnya.
Lebih lanjut, Ida juga berharap kasus ini menjadi pengingat bersama akan pentingnya pengawasan dan ruang aman bagi anak di mana pun mereka berada.