"Kami mengajak seluruh masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga sekolah, untuk bersama-sama mengambil peran dalam melindungi anak. Jangan ragu untuk peduli, mengingatkan, dan melaporkan jika menemukan dugaan kekerasan atau perundungan. Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama agar setiap anak bisa tumbuh dengan aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan," katanya.
Kasus ini terungkap saat Z, bocah 10 tahun dengan down syndrome ditemukan tewas tidak wajar di teras rumahnya di Kecamatan Rungkut, Surabaya, pada Sabtu (12/9/2026).
Korban yang sehari-hari menggunakan kursi roda ditemukan tergeletak dengan wajah membiru. Di lokasi kejadian, keluarga menemukan tali sepatu yang melilit leher korban serta bercak menyerupai sabun colek pada bagian mulut.
Ayah korban, SAW (53), menduga putranya menjadi korban kekerasan yang melibatkan dua anak tetangganya. Dugaan itu menguat setelah rekaman kamera pengawas lingkungan (CCTV) memperlihatkan dua bocah keluar masuk rumah korban sebelum insiden tewasnya Z terungkap.
Kasus ini sudah dilaporkan dengan nomor laporan LP/B/1843/IX/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur tertanggal 12 September 2026. Perkara ini tengah ditangani penyidik.