NADIKABAR.COM — Sebuah truk yang bermuatan bahan peledak meledak di wilayah Kolombia bagian barat. Nahas, sedikitnya empat orang, termasuk seorang bayi berusia dua bulan, tewas akibat ledakan tersebut.
Otoritas Kolombia, seperti dilansir AFP, Senin (2/11/2026), menyebut ledakan yang terjadi pada Minggu (1/11) waktu setempat itu sebagai "serangan bom". Ledakan itu terjadi di dekat sebuah pangkalan militer di kota Planadas, bagian selatan departemen Tolima di wilayah Andes.
Ledakan tersebut, menurut otoritas Kolombia, memicu kerusakan pada sebuah rumah sakit dan beberapa rumah warga setempat.
"Dengan penuh rasa duka, saya melaporkan bahwa serangan di Planadas telah mengakibatkan empat orang tewas, termasuk seorang bayi perempuan yang baru berusia dua bulan," kata Gubernur Tolima, Adriana Magali Matiz, dalam pernyataan via media sosial X.
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan seorang wanita berteriak saat seorang pria menarik tubuh mungil dari balik reruntuhan.
Wali Kota Planadas, Juan Camilo Hueje, mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa sejumlah orang yang terluka akibat ledakan itu telah dibawa ke sebuah sekolah setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Sejauh ini belum diketahui pihak atau kelompok yang bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.
"Peristiwa malam ini di Planadas merupakan hal yang sangat serius. Sebuah tindakan keji dan kriminal yang kami kecam dengan sangat keras," tegas Gubernur Matiz dalam pernyataannya.
"Menyerang penduduk sipil dan membahayakan nyawa para tentara kita serta keluarga-keluarga di Tolima merupakan tindakan yang telah melampaui batas dan tidak akan kami toleransi," tandasnya.