NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, mengakui utang proyek Kereta Cepat Whoosh berdampak signifikan terhadap keuangan perseroan. Ia juga berharap pengalihan Whoosh dari KAI ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa segera dilakukan agar dapat membantu belanja modal perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan KAI, diketahui Pilar Sinergi BUMN Indonesia masih mencatatkan rugi hingga Rp 5,13 triliun hingga semester I-2026. Total liabilitas Pilar Sinergi BUMN Indonesia juga tercatat lebih tinggi daripada total asetnya, yakni Rp 21,54 triliun dan Rp 21,52 triliun.
"(Dampak rugi Whoosh) ya kan lihat saja laporan keuangan KAI kan sudah di-publish kan. Iya, mudah-mudahan ya, biar cepat," ungkap Bobby kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Namun Bobby menyebut, kerugian Whoosh tidak sepenuhnya berdampak pada serapan belanja modal KAI. Pasalnya, tidak semua kerugian dari proyek tersebut ditanggung oleh perseroan.