"Manajemen Real Madrid memimpin orkestra juru bicara, dan Real Madrid TV adalah ujung tombaknya. Komposisi mereka selalu sama: memilih permainan yang sesuai dengan agenda mereka, mengulang-ulang keluhan, memicu kecurigaan, dan menunjuk jari pada musuh," Javier Tebas menuliskan.
"Metode ini mengingatkan pada mekanisme propaganda yang dieksploitasi oleh [Joseph] Goebbels, Menteri Propaganda Nazi Jerman: Pengulangan sistematis, pembentukan musuh, dan memanipulasi fakta guna membangun narasi," ujarnya.
Tebas juga menuduh Real Madrid TV memanipulasi keputusan wasit di setiap pertandingan. Real Madrid TV diklaim menggunakan kasus suap wasit Negreira (yang melibatkan Barcelona) untuk setiap keputusan yang tak mereka sukai.