Setelah pertemuan tersebut, para pebalap dilaporkan menyampaikan tuntutan kepada Carlos Ezpeleta agar penyelenggara memberikan jaminan keselamatan yang jelas jika balapan tetap digelar.

Sementara itu, GPOne melaporkan Ezpeleta akan bertolak ke Doha pekan ini, sebelum rangkaian kegiatan MotoGP berlanjut ke Malaysia. Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh kepastian mengenai kondisi keamanan dan jaminan yang dapat diberikan kepada para peserta.

Kekhawatiran utama bukan hanya keselamatan selama berada di sirkuit, tetapi juga kemungkinan rombongan MotoGP kesulitan meninggalkan Qatar apabila konflik memburuk dan wilayah udara ditutup.

Skenario tersebut berpotensi membuat pebalap dan personel tim tertahan di kawasan itu. Dampaknya juga bisa merembet ke dua seri terakhir musim ini, yakni MotoGP Portugal dan MotoGP Valencia.

CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengatakan pihaknya akan mengikuti keputusan penyelenggara selama kondisi dinilai aman untuk balapan. "Jika penyelenggara memberi tahu kami bahwa kondisi sudah tepat bagi kami untuk berkompetisi dari sisi keselamatan, kami akan tetap balapan.