"Kami tidak berada dalam posisi untuk mengatakan, 'Saya tidak akan berangkat'. Sejauh ini, tidak ada alasan untuk tidak berangkat. Mungkin besok kami bangun dan situasinya berubah, tetapi tidak hari ini," kata Rivola di Phillip Island pada Minggu.
Pernyataan Rivola menunjukkan bahwa keputusan untuk mengikuti balapan masih bergantung pada penilaian keselamatan dari penyelenggara. Namun, situasi dapat berubah sewaktu-waktu seiring perkembangan konflik di kawasan tersebut.
Jika jaminan yang diberikan dinilai belum memadai oleh para rider, kemungkinan boikot dapat muncul. Bagaimanapun, balapan tidak dapat berlangsung tanpa keikutsertaan para pebalap.
MotoGP Qatar saat ini masih tercantum dalam jadwal pada 6-8 November 2026 di Sirkuit Lusail. Kunjungan Carlos Ezpeleta ke Doha menjadi salah satu langkah penting untuk mencari kepastian mengenai keselamatan sebelum keputusan akhir diambil.