Perahu hias tersebut dibuat dengan memanfaatkan lebih dari 1.000 botol dan galon plastik bekas. Material yang digunakan dikumpulkan dari bank sampah serta sejumlah titik penanganan sampah di wilayah Jakarta.

Botol dan galon plastik yang sebelumnya menjadi limbah kemudian dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk membentuk badan perahu. Petugas menyusun dan merangkai material tersebut hingga membentuk sebuah karya dekoratif dengan desain burung merak.