Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa mengganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.
Ia menjelaskan, dengan instalasi SWRO, dalam dua hingga tiga tahun mendatang Batam diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan SWRO di dua kawasan yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan Kawasan industri Kabil.
βIni betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.β ujarnya.
Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri, serta membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.
Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional pusat data, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.