NADIKABAR.COM — Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan kesiapan dan keandalan energi untuk mendukung kebutuhan listrik industri data center (pusat data) yang dipetakan mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan energi dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci dalam mendukung transformasi Batam sebagai pusat data center regional.

"Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya," ujar Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Kepmen ESDM Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam.